Langsung ke konten utama

Hiduplah di Hari Ini


Sudah tidak terbantahkan lagi bahwasannya saat ini banyak orang yang berlomba-lomba berjuang untuk mencapai impiannya. Seiring dengan semakin berkembangnya zaman, kebanyakan dari kita mengukur keberhasilan hidup dengan banyaknya uang dan tingginya sebuah jabatan. Hal itu pula yang membuat banyak orang menghabiskan waktunya untuk terus terpaku pada usahanya agar tidak sia-sia. Namun, bagaimana jika hasil berkata sebaliknya? Mereka menuai kegagalan bahkan sebelum hasil baik muncul ke permukaan. Pada akhirnya manusia hanya mengkhawatirkan masa depan karena takut gagal dan mengecewakan orang-orang tersayangnya.
Kekhawatiran atas kesuksesan yang diinginkan tidak tercapai di masa depan adalah sesuatu yang wajar dan dapat dijadikan motivasi bagi empunya. Namun, pernahkah kita mengira bahwa ketakutan tersebut hanya akan jadi sia-sia? Tidak peduli di masa depan akan bagaimana nasibnya, sejatinya impian yang dirancang adalah untuk kebahagiaan. Banyak orang yang tanpa sadar digiring untuk memperjuangkan kebahagiaan di masa depan dengan mengorbankan kebahagiaan di masa sekarang. Tidak ada salahnya bukan jika kita benar-benar menikmati hidup hari ini sembari menyiapkan rancangan hidup di masa depan. Hal tersebut justru akan membuat kita semakin menghargai atas apa yang kita miliki sekarang
Banyak orang yang seakan-akan hidup di masa depan dan di masa lalu. Terjebak bayangan masa lalu dan terlalu khawatir akan kehidupan di masa depan yang kadang kala membuat kita lalai dan lupa atas nikmat yang sudah disediakan di hari ini. Bisa jadi sesuatu yang kita miliki saat ini adalah sesuatu yang sangat kita inginkan di masa lalu, hanya saja mata kita terlalu gelap untuk mengakuinya karena terlalu fokus dengan angan-angan masa depan yang penuh ketidakpastian.
Kekhawatiran terhadap masa depan tentunya akan sia-sia karena memang masa depan adalah sebuah misteri dan hanya waktulah yang dapat memecahkannya. Jangan menjadi seseorang yang hanya fokus pada bayangan gelap masa depan dan menyesal karena tidak pernah merasakan bagaimana hidup yang seharusnya.
Analogi yang mungkin dialami setiap orang adalah ingin cepat lulus SMA agar bisa kuliah, ingin cepat lulus kuliah agar bisa kerja, dan begitu seterusnya. Namun, apa yang terjadi? Banyak orang yang justru merindukan masa sekolah setelah mereka menjadi pekerja, bahkan ada juga yang ingin kembali ke masa kecil karena dirasa masa tersebut adalah masa dimana tidak ada beban yang harus ditanggung. Bukankah hal ini adalah sesuatu yang cukup sering kita rasakan, kita bahkan tidak melihat bagaimana hidup kita di masa sekarang yang mungkin saja adalah hidup impian kita di masa lalu.
Kita memang tidak pernah bisa lepas dari keindahan masa lalu, begitupun dengan kepedihannya. Terlalu sering kita larut memikirkan bagaimana agar masa depan kita jauh lebih baik dari masa lalu yang sudah terjadi. Hingga tidak terasa kita telah menghabiskan waktu di masa sekarang dan menyia-nyiakannya. Begitulah hidup, banyak hal tidak terduga yang terjadi di luar batas kemampuan dan kesadaran manusia. Kita hanya perlu memetik pelajaran dan mensyukurinya.
Tentunya ini bukanlah pembelaan bagi kaum yang pasrah akan hidupnya. Sebaliknya, kita harus memperjuangkan kebahagiaan di masa depan dengan pembelajaran dari masa lalu tanpa menyia-nyiakan kebahagiaan di masa sekarang. Ini bukanlah hal yang mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Bersiaplah untuk menghadapi hari esok tanpa mengkhawatirkannya secara berlebihan.
Bermimpilah setinggi-tingginya tanpa harus terobsesi dengan mimpi yang kita pilih sendiri. Nikmatilah prosesnya dengan mensyukuri atas apa yang terjadi hari ini. Hari ini adalah kehidupan dimana kita benar-benar hidup. Hari ini adalah kesempatan untuk bersama dengan orang-orang terdekat yang mungkin esok hari sudah tidak bersama lagi. Jangan pernah menjadi orang yang menyesal di masa depan karena sudah menyia-nyiakan hari ini. Hiduplah hari ini maka kamu akan semakin menghargai hidupmu.

Komentar